seminggu penuh kesabaran.
hampir seminggu sudah aku berusaha sabar, tetap berpikir positif dan tentu saja berusaha menahan tangis.
dia tidak menyukaiku yang menangis.
aku rasa bukan tidak menyukai, hanya saja dia bingung bagaimana menenangkan wanita di seberang telponnya menangis.
terlebih jika menangis untuknya, atau karenanya.
haha, beruntung sekali dia, sampai ditangisi oleh seorang wanita.
damn~!*
awalnya berusaha mengerti, terus melarangnya datang menemuiku karena di kota lain masih ada wanita lain yang lebih mencintai, menyayangi, merindukan dan membutuhkannya daripada aku yang di sini.
akhirnya pun, dia benar- benar tidak mengunjungiku.
bahkan yah, seminggu inilah dia benar- benar tidak menghubungiku.
maaf, sebenarnya tidak sepenuhnya dia lupa padaku, hanya saja jika dibandingkan dia di hari- hari sebelumnya, sungguh jauh berbeda.
memang, dengan situasi kondisi yang sama dengan sebelumnya, yang juga sudah pernah terjadi, dia sudah menyampaikan alasan pembelaan bagi dirinya padaku.
itu yang aku jadikan sandaran untuk bersabar hingga sekarang.
tapi lama kelamaan aku pun meragu, apakah benar ini hanya sementara?
semoga saja Tuhan...
aku pun tahu, bahwa ada kebiasaan kaumnya untuk terkadang masuk ke dunianya sendiri tanpa ingin diganggu.
aku pernah mengenal orang terdekatku yang hampir tidak pernah bersikap begitu padaku.
karenanya, ketika akhirnya aku menemukannya dan menyadari bahwa dia termasuk orang yang cukup sering pergi ke dunianya itu sendiri, aku merasa mendadak kesabaranku sedang dilatih.
dan sepertinya masih akan terus dilatih untuk waktu yang lama.
selama mungkin, hingga aku benar- benar sudah tak kuat menahannya.
begitu pintar ia membuatku naik turun.
dalam hitungan menit ia membuatku tersenyum dan dalam hitungan detik dibuatnya aku kecewa dan sedih.
tak tahukah dirinya itu menyakitkan?
maaf, melelahkan lebih tepatnya!
yah...
hanya saja, hingga detik ini, ia tetap bersikap aneh dan menyebalkan bagiku.
aku pun tetap berdoa, ya Tuhan, semoga ini semua hanya sementara waktu saja.
persetan dengan semuanya dan aku hanya akan terus bersabar.




